Story of Fight

www.pexel.com


Karena ada sebuah tulisan yang membahas masalah berjuang dan memperjuangan. Gue jadi tertarik untuk membahas sedikit pandangan dari perspektif seorang cowo. Semoga memberikan pemahaman.

Pertama mari kita bahas dulu mengenai pola pikir cowo dan cewe untuk menghadapi masalah perasaan. Salah satu buku, lupa judulnya apa menyebutkan bahwa laki² akan berpikir dan merespon sesuatu (termasuk perasaan) sebagian besar berdasarkan logikanya (nyata, terlihat, realistis). Sementara perempuan akan merespon kebalikannya yaitu dengan perasaanya (abstrak, luas, rumit, mendalam). Disini udah jelas bahwa, pola pikir untuk merespon sesuatu sangatlah berbeda. Jika kita sambungkan dengan yang namanya perasaan, atau kita sebut aja "cinta". Baik cowo maupun cewe perlu paham dulu alur berpikir masing-masing. Sehingga, kekeliruan antara mereka bisa dikurangi.

Kedua, mari kita bahas selanjutnya mengenai berjuang dan memperjuangkan. Banyak kasus ketika berjuang,  cowo akan berjuang mati-matian diawal tapi kandas diahir, sementara cewe akan bersikap biasa diawal, namun merasa perlu berjuang diahir. Sederhananya, cowo menggebu diawal, sementara cewe menggebu diahir. Nah, masalahnya, gak semua baik cowo maupun cewe paham hal ini. Cowo egois dengan logikanya, sementra cewe sibuk dengan perasaanya. Pada ahirnya, gak akan sampai titik temunya.

Ketiga, memang gak bisa dipungkiri, motif cowo ngedeketin cewe tuh macem, ada yang cuma iseng, ada yang cuma pengen kenal, ada yang pengen jadi temen, ada juga yang pengen lebih dari temen. Terserah lah apa namanya, pacar, kekasih, sejoli romeo and juliet. Disini gue pengen bahas yang terakhir. Ketika cowo memastikan untuk memperjuangkan seorang cewe, apapun akan dia diusahakan untuk menarik perhatian si cewe. Setiap cowo beda² cara pendekatanya, ada yang lewat musik, olahraga, gombal, atau apapun yang merasa bisa menarik perhatain si cewe. Nah, untuk masalah berjuang, gua perlu klasifikasiin dulu konteks berjuang. 1, berjuang mati - matian (maksain) , 2 berjuang tapi tau diri (realistis)  3 berjuang tau usahanya dikit (lemah). Yang pertama, biasanya dia bakal mati-matian merjuangin, apapun dia lakuin, apapun dia korbanin,  gak peduli cewenya suka apa engga, dia bakal sekuat mungkin sampe titik ahir. Ujungnya bisa dua kemungkinan, diterima karena cewenya suka dan respek akan perjuanganya, atau kasian dengan perjuanganya. Yang kedua, ini mungkin yang banyak cowo lakuin. Mereka sudah berusaha memperjuangkan, tapi tak mendapatkan respon  dari cewe yang diperjuangangkanya. Ahirnya dia memilih untuk mundur, bisa karena lelah bisa juga gak mau malah mengganggu si cewenya dengan apa yang dia lakuin. Ahirnya memilih mundur, dan berhenti. Kalau yang ketiga udah jelas. Males berjuang. Menyerah gitu aja.

Jadi, untuk kaum cewe-cewe, jika punya perasaan juga ketika ada cowo yang lagi memperjuangkanmu. Berilah mereka ruang, bahasa zaman nownya mah "kode" kalau lo juga tertarik.  sehingga kasus yang dijelasin diatas bisa dihindari. Jangan sampai istilah cinta datang terlambat selalu terulang. Balik lagi ke awal, cowo tuh dasarnya logika, keputusanya didasarkan sesuatu yang realistis.

Sekian.

05 Mei 2018
@mhd.ibd

Comments

Popular posts from this blog

PATAH?

LUKA DALAM BARA